Masuk

Minggu, 19 Desember 2010

Sekilas Lembaga Sosial Bina Bangsa Mandiri


Penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa (PLB) bagi orang-orang yang mengalami ‘gangguan komunikasi’ dan keterbelakangan mental di masyarakat, umumnya hanya dilakukan melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah. Sedangkan dalam Pasal 4 UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah diamanatkan pendidikan yang demokratis dan tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Kenyataan yang berkembang saat ini, para penderita gangguan komunikasi yang memperoleh pendidikan formal melalui Sekolah Luar Biasa (SLB) belum mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sebab masih minimnya tenaga pendidik yang khusus menangani orang-orang yang mengalami ‘gangguan komunikasi’ melalui system therapis wicara.

Disisi lain, pengangguran dan kemiskinan hingga saat ini masih merupakan masalah besar bangsa Indonesia yang belum bisa terpecahkan. Padahal kondisi itu bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja melainkan kita bersama untuk mencari jalan penyelesaiannya. Mengingat data pengangguran yang masih cukup tinggi, apabila tidak memperoleh perhatian yang serius akan mengakibatkan masalah sosial yang cukup tinggi pula.

Beberapa masalah sosial yang diakibatkan oleh tingginya pengangguran diantaranya: penyalah-gunaan narkoba, kriminalitas, pergaulan bebas, traficking, premanisme dan anak jalanan yang putus sekolah dan tidak terserap dunia kerja/berusaha mandiri karena tidak memiliki keterampilan yang memadai (unskill labour). Kondisi tersebut tentunya akan mengganggu pembangunan dan stabilitas nasional.

Sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dan lainnya, tentunya kita dituntut untuk melakukan berbagai upaya mengatasi ’problem sosial’ tersebut dengan cara meningkatkan rasa kepedulian sosial diantara kita, sehingga roda pembangunan dan stabilitas nasional tidak mengalami gangguan.

Peran pendidikan nonformal dalam mengatasi masalah gangguan komunikasi dan keterbelakangan mental bagi anak-anak dilakukan dengan cara memberikan therapist wicara di luar jam pendidikan luar biasa formal (sekolah dasar luar biasa – SDLB). Sedangkan untuk mengatasi masalah anak jalanan dilakukan melalui layanan kursus dan pelatihan dengan cara memberikan bekal keterampilan dan pembinaan pengembangan kualitas sumber daya manusia untuk bisa hidup mandiri.

Berangkat dari kondisi tersebut diatas, kami mencoba untuk ikut serta berpartisipasi dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan pelayanan pendidikan non formal bagi anak-anak yang mengalami gangguan komunikasi, keterbelakangan mental dan pembinaan anak-anak jalanan untuk bisa membangun diri sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dengan membuat Lembaga Sosial dengan nama ”BINA BANGSA MANDIRI” yang diharapkan dapat membantu program-program Pemerintah Indonesia melalui Departemen Sosial dan Departemen Pendidikan Nasional secara umum di Kota Tebing Tinggi secara khusus.

Untuk mewujudkan niat baik tersebut, maka kami memohon bantuan berupa material mau pun non material kepada Bapak / Ibu sekalian untuk mendirikan Lembaga Sosial dan Pendidikan Nonformal bagi anak-anak mengalami gangguan komunikasi dan keterbelakangan mental serta pelatihan bagi anak jalanan tersebut.

MAKSUD & TUJUAN
=> Maksud
Maksud dari pendirian Lembaga Sosial dan Pendidikan Nonformal ”Bina Bangsa Mandiri” ini adalah untuk menciptakan sebuah sarana pendidikan luar sekolah (PLS) secara gratis yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya agar anak-anak yang mengalami gangguan komunikasi dan keterbelakangan mental menjadi mandiri dan anak-anak jalanan mampu berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

= > Tujuan
Ada pun tujuan didirikannya Lembaga Sosial dan Pendidikan Nonformal ”Bina Bangsa Mandiri” ini adalah untuk mengembangkan pemberdayaan dan pembinaan kualitas sumber daya manusia serta membantu anak-anak jalanan untuk membangun diri sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri.

P R O F I L

Sekilas tentang Lembaga Sosial ’Bina Bangsa Mandiri’
Lembaga Sosial ’Bina Bangsa Mandiri’ Kota Tebingtinggi didirikan pada tanggal 29 Oktober 2010 dengan SK Pendirinya Nomor. 02/LS.BBM/TT/XI/2010 tertanggal 10 Nopember 2010 berlokasi di Jalan Abdul Hamid No.01 Lingkungan 03 Kelurahan Tebingtinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi dengan luas tanah sekitar 400 m2. Dilokasi tanah tersebut saat ini telah berdiri sarana ruang belajar sederhana berupa dinding tepas, atap rumbia dan lantai tanah berukuran 6x4 meter serta 1 ruang wc.

Ada pun program pendidikan non formal yang diselenggarakan di Lembaga Sosial ’Bina Bangsa Mandiri’ berupa terapis wicara yang meliputi Terapi Oral Sensori Motor (OSM) yang diperuntukkan bagi anak-anak pada kasus Autisma, Sensory Integration disorder, ADHD/ADD, Cerebral Palsy, Down Syndrome, Eating Disorder, Tuna Rungu dan lain-lain.

Pelayanan Terapi Wicara dan Komunikasi meliputi:

- Konsultasi
- Pemeriksaan awal (Assesment)
- Penetapan program terapi
- Pelaksanaan program terapi (Individu maupun kelompok)
- Evaluasi program terapi (satu ataupun beberapa program yang terintegrasi)
- Rujukan ke ahli lain (bila diperlukan)
- Pelatihan dan seminar

Personil Lembaga Sosial ‘Bina Bangsa Mandiri’
Ada pun personil (tenaga pengajar/terapis wicara) di Lembaga Sosial ‘Bina Bangsa Mandiri’ terdiri atas 7 tenaga pengajar dari SDLB Negeri Kota Tebingtinggi yang dengan secara sukarela mengajar, 1 speech therapist dari Poltekes Surakarta dan 2 orang tenaga tata usaha.

DAYA DUKUNG
Guna Mendukung penyelenggaraan pendidikan di Lembaga Sosial ‘Bina Bangsa Mandiri’ dimaksud, sarana dan prasarana pendidikan yang ada di lembaga adalah sebagai berikut:

Sarana dan Prasarana
No
Jenis Sarana/Prasarana
Jumlah
Keadaan
1
Gedung
1 Lokal
Sederhana
2
Meja Guru
0
Belum ada
3
Kursi Guru
1 Buah
Baik
4
Meja Siswa Panjang
4 Buah
Sederhana
5
Kursi Panjang Siswa
4 Buah
Sederhana
6
Almari Simpan
0
Belum ada
7
Rak Buku
0
Belum ada
8
Televisi
1 Unit
Baik
9
DVD Player
1 Set
Baik
10
Komputer
1 unit
Baik
11
Laptop
2 unit
Baik
12
Alat Bermain
Belum Lengkap
Baik
13
Alat Teraphis
Belum Lengkap
Baik
14
WC + Kamar Mandi
1
Sederhana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar